##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Natalia Gongsi Akhmad Marhadi Hartini Hartini

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengelolaan objek wisata sungai Boro-Boro dan pengembangan objek wisata  sungai Boro-Boro di Desa Boro-Boro Kecamatan RanomeetoKabupaten Konawe Selatan. Teknik penelitian menggunakan metode etnografi. Penelitian ini juga menggunakan teori pengembangan oleh Twelvetrees. Penelitian ini telah mendapatkan data-data sesuai dengan judul, peneliti melakukan peneliti lapangan yang lebih konkrit  dengan melakukan wawancara langsung dengan pihak-pihak yang terkait serta data sekunder berupa data profil desa. Hasil penelitian membuktikan bahwa dalam pengelolaan objek wisata sungai Boro-Boro yang berada di Desa Boro-Boro Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan dikelolah oleh enam bersaudara yang tidak lain adalah anak dari pemilik lahan yaitu Bapak Lauto dan mereka juga merupakan ahli waris tanah yang saat dijadikan sebagai tempat objek wisata. Pengelolaannya dari tahun 2018 sampai saat ini masih terbilang sangat minim jika dibandingkan dengan objek wisata yang lain, terlebih lagi dana untuk pembangunan fasilitas hanya berasal dari retribusi para pengunjung. Namun pengembangan objek wisata sungai boro-boro sudah bisa memenuhi kebutuhan para wisatawan hal  ini di tandai dengan adanya beberapa gazebo yang berdiri tepat dipinggir sungai, rumah makan, WC, tambak ikan, dan juga terdapat beberapa villa yang tersedia jika para wisatawan yang hendak ingin bermalam atau melakukan kegiatan di objek wisata sungai boro-boro tersebut. Objek wisata ini juga diharapkan mampu untuk meningkatkan perekonomian masyarakat Desa khususnya Desa Boro-boro Kecamatan Ranomeeto Kabupaten Konawe Selatan.

References
Agung. (2013). “Efektivitas Program Penataan dan Pengelolaan Objek Wisata di Kabupaten Kabupaten Mamuju (Studi Kasus Pariwisata Bahari dan Permandian So,do di Kabupaten Mamuju). (Skripsi). Makasar: Jurusan Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Hasanudin”.Diakses dari https://docplayer.info/44419271.pdf

Ardika.i. Gede. (2007). Kepariwisataan untuk siapa? Jakarta. Pustaka Cidesindo

Darmarjati. RS. (2001). Istilah-Istilah Pariwisata. Jakarta: PT. Pranya Paramita

Delly. (2016).“Pengelolaan Pariwisata Toronipa Di Kelurahan Toronipa Kecamatan Soropia Kabupaten Konawe”. (Skripsi). Jurusan Antropologi, Universitas Halu Oleo Kendari

Endaswara, Suardin. 2003. Metode Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gajah Mada University Perss.

Erniati. (2009). “Objek Wisata Napabale Dikecamatan Lohia Kabupaten Muna (Studi Pengelolaan Objek Wisata Oleh Masyarakat Local)”.(Skripsi). Jurusan Antropologi, Universitas Halu Oleo

Febrian (2016) “Partisipasi Masyarakat Dalam Pengembangan Pariwisata di Pantai Pandawa, Desa Kutuh, Kuta Selatan Badung. Jurnal Destinasi Pariwisata. Fakultas pariwisata, Universitas Udayana. Diakses dari https://doi.org 10.24843/jdepar.2016.v04.i02.p07

Haq. (2016). Strategi pengelolaan objek wisata pesisir di sendang biru kabupaten malang (Skripsi). Malang: Jurusan Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Budaya, Univerisitas Brawijaya. Di akses dari https://repository.ipb.ac.id/jspui/bitstream/123456789/9818/5/cover_2006mzu.pdf

Hasanah. (2017). Pengelolaan Pariwisata Alam Berbasis Masyarakat (Kasus Obyek Wisata Alam Rammang-Rammang di DesaSalenrang Kecamatan Bontoa Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan). (Skripsi). Makasar: Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Hasanudin. Di akses dari http://repositori.uin-alauddin.ac.id/7070/1/Sitti%20Muthmainnah.pdf

Ihromi.T.O. (2006). Bungan Rampai Sosiologi Keluarga. Yayasan obor Indonesia, Jakarta.

Koentjaraningrat, Pengantar Ilmu Antropologi (Jakarta : Aksara Baru,1990) hl.10

Languha, (2011). “Pengelolaan Pariwisata Berbasis Masyarakat di Kawasan Wisata Pantai Tanjung Karang Pusentasi Donggala”. (Skripsi). Palu: Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Tadulako. Di akses dari https://docplayer.info/storage/63/49868919/49868919.pdf

Rorah , (2012). Pengelolaan Pariwisata Berbasis Masyarakat (Community Basesd Tourist) didesa wisata Kebonangun Kecamatan imogiri. (skripsi). Yogyakarta.Jurusan Administrasi Negara Fakultas ilmu social.Universitas Negeri Yogyakarta. Diakses dari https://core.ac.uk/download/pdf/33511129.pdf

Setiabudi IK. Rai. (2005). Kerja Sama Antara Pemerintah Kabupaten Dengan Adat Dalam Pengelolaan Objek Wisata di Bali dalam junal D III. Pariwisata Budaya. FISIP UI VOoL. NO. I

Sudarman, (2016). Strategi Pengembangan Objek Wisata Panatai Toronipa Sebagai Destinasi Pariwisata Berkelanjutan Di Kabupaten Konawe, Skripsi: Universitas Halu Oleo.

Suharto, Edi(2003)“Metodelogi Pengembangan Masyarakat” diakses dari http://www.policy.hu/suharto/modul_a/makindo_19.htm
Undang- Undang RI Nomor Tahun (2009), Tentang Kepariwisataan

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Section
Volume 4, Nomor 2, Juli - Desember 2020