##plugins.themes.bootstrap3.article.main##

Mirna Mirna Wa Ode Sitti Hapsah Abdul Jalil

Abstract

Makna Simbolik Ritual Kasampuniki Napa pada Masyarakat Desa Lolibu, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah”. Di bawah bimbingan Wa Ode Sitti Hafsah selaku pembimbing I dan Abdul Jalil selaku pembimbing II.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna sImbol yang digunakan dalam ritual kasampuniki napa pada masyarakat Desa Lolibu, Kecamatan Lakudo, Kabupaten Buton Tengah. Penelitian ini menggunakan Teori Simbolik (Victor Turner). Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian lapangan. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu: Pengamatan (observation) dan wawancara (interview). Untuk menjawab permasalahan dilakukan analisis data, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kulaitatif. Analisis data dilakukan sejak pengumpulan data sampai akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa Lolibu menggunakan banyak simbol dalam ritual kasampuniki napa. Simbol-simbol tersebut dalam ritual kasampuniki napa salah satu hal yang penting adalah untuk memperingati keberhasilan masyarakat lokal dalam melawan bajak laut dari Suku Tobelo.

References
Aswan. (2018). Ritual Katingka Dalam Pwrladangan Petani Etnik Muna di Desa Bahutara, Kecamatan Kontukowuna, Kabupaten Muna. Jurnal Antropologi, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Haluoleo.

Deflen, Mathieu.(1991). Structure and Religion A Discussion of Victor Turner Proccesual Symbolic Analysis. University of South California. Dalam https://www.researchgate.net/publication/271677292 Ritual Anti- Structure and Religion A Discussion of Victor Turner’s Processual Symbolic Analysis diakses pada pukul 12.45, tanggal 17 Juni 2019.

Endraswara,Suwardi.(2017). Metodologi Penelitian Kebudayaan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press Anggota IKAPI

Helendari, Ovi.(2019). Makna Peralatan Ritual Nyeram di Desa Muaradua Kisam Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Tahun 1980-2018. Skripsi Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Palembang.

Ihromi T.O. (2017). Pokok-pokok Antropologi Budaya. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Jalil, Abdul.(2015).Memaknai tradisi upacara labuhan dan pengaruhnya terhadap masyarakat parangtritis. Jurnal Antropologi, fakultas ilmu budaya Universitas Halu Oleo (volume 17).

J. Daeng Hans.(2000).Manusia, Kebudayaan, dan Lingkungan.Pustaka pelajar offset:Pustaka pelajar.

Naswati. (2018). Upacara Haroa Bhantea pada Masyarakat Kulisusu ( Studi Kasus di Desa Tomoahi, Kecamatan Kulisusu Kabupaten Buton Utara). Jurnal Tradisi Lisan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo.

Nasruddin.(2017). Tradisi Mappamula (Panen Pertama) Pada Masyarakat Bugis Tolotang Di Sidenreng Rappang (Kajian Antropologi Budaya).Jurnal Antropologi Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar. (Volume 5).

Nurrohmah, Evi. (2017). Makna Saparan Sebagai Ritual Tolak Bala pada Masyarakat Dusun Sleker, Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang. Skripsi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang.

Spardley. James P.(1997). Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Wcana Yogya.

Trisanti, Novi. (2013). Upacara Raba’akia Masyarakat di Kelurahan Bukit Air Manis Kecamatan Padang Selatan Kota Padang. Jurnal Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Padang. (Volume 1).

Wartaya Y.W. (1990). Masyarakat Bebas Struktur.Yogyakarta:Kanisius.

Wahyu, Risna. (2016). Makna Simbolik Tradisi Sedekah Bumi Legenanan pada Masyarakat Desa Kalirejo Kecamatan Talun Kabupaten Pekalongan.Skripsi Jurusan Sosiologi dan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang.

##plugins.themes.bootstrap3.article.details##

Section
Volume 4, Nomor 2, Juli - Desember 2020