RITUL POANCINO BUKU PADA MASYARAKAT DI DESA MAROBO KECAMATAN MAROBO KABUPATEN MUNA

Authors

  • farida
  • Nurtikawati Universitas Halu Oleo
  • La Ode Marhini Universitas Halu Oleo

Keywords:

Ritual, Poancino Buku, Proses, Makna

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan ritual Poancino Buku pada Masyarakat di Desa Marobo Kecamatan Marobo Kabupaten Muna dan mendeskripsikan makna simbolik yang terkandung dalam ritual Poancino Buku. serta mendeskripsikan pantangan ritual Poancino Buku pada Masyarakat di Desa Marobo Kecamatan Marobo Kabupaten Muna. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam yaitu kepada pihak yang telah ditemukan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Serta observasi langsung di lapangan. Data sekunder diperoleh dari pengumpulan data melalui dokumen dan literatur yang berhubungan dengan topik penelitian. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis dilakukan dengan cara pengumpulan data, redukasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu: (1) proses pelaksanaan ritual Poancino Buku di antaranya: tahap pemberitahuan kepada dukun kampung, tahap pengumpulan keluarga, tahap persiapan yaitu mengumpulkan perlengkapan bahan dan alat yang akan digunakan pada ritual Poancino Buku. tahap pelaksanaan yaitu pembacaan do’a di halaman rumah yang dipandu oleh seorang dukun kampung. Dan tahap akhir/penutup. (2) makna simbolik ritual Poancino Buku memiliki makna pada sesajen yang disediakan di antaranya hono lapi (daun lapi) sebagai simbol Alquran, kahoho (daun sirik), kowala (janur) & ma’keno me’a (buah pinang) sebagai simbol penghubung dengan Allah Tallah. Oci (nasi), unteli (telur)& kenta katamba (ikan katamba) memiliki makna simbolik sebagai pembawa rezeki pada orang-orang tertentu. dupa (kemenyan) sebagai simbol pemberitahuan kepada Allah SWT, Bahwa masyarakat sedang melaksanakan ritual Poancino Buku. (3) pantangan ritual Poancino Buku yaitu selama empat hari empat malam masyarakat yang melaksanakan ritual tersebut tidak boleh memberikan barang ataupun benda kepada orang lain Karena Selama empat hari empat malam rezeki yang dimiliki masih dalam tahap diombo.

References

Endraswara, Suwardi. 2006. Metode, Teori, Teknik Penelitian Kebudayaan. Sleman: Pustaka Widyatama.

Hadi, A. T., Saputri, S. A., & Nurtikawati, N. 2019. Perubahan Keistimewaan Sultan Yogyakarta: Wacana Politik Identitas. LISANI: Jurnal Kelisanan, Sastra, dan Budaya, 2(2), 59-67.

Hardin. 2016. Komunikasi Transendental Dalam Ritual Kapontasu Pada Sistem Perladangan Masyarakat Etnik Muna. Jurnal Penelitian Komunikasi dan Opini Publik Vol.20 No.1

Koentjaraningrat. 2007. Manusia dan Kebudayaan Di Indonesia. Jakarta: Djambatan

Mayana,Siti. 2018. Tradisi Pakang Kaka Pada Masyarakat Suku Bajo Di Desa Buajangan Kecamatan Bungku Selatan Kabupaten Morowali. FKIP UHO

Sibarani Robert. 2012. Kearifan Lokal, Hakikat,Peran dan Metode Tradisi Lisan:Asosiasi Tradisi Lisan

Turner,Victor,1967. The Foresnm, Of Symbols, Aspectsm Of Ndembu Ritual Ithaca: Cornell. University Press.

Downloads

Published

2023-12-29

Issue

Section

Volume 6 Nomor 2, Juli-Desember 2023