MENETAPNYA ORANG BAJO DARI MASARA BAJO KE DESA TANJUNG PINANG KECAMATAN KUSAMBI KABUPATEN MUNA BARAT TAHUN 1967-2015

Main Article Content

Eka Yuliana
Suharni Suddin
Hisna Hisna
Danial Danial

Keywords

Suku Bajo, Nomaden, Menetap, Desa Tanjung Pinang

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah menetapnya orang Bajo dari Masara Bajo ke Desa Tanjung Pinang Kecamatan Kusambi Kabupaten Muna Barat tahun 1967-2015”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode sejarah yang mengacu pada langkah-langkah: (1) Heuristik, (2) Kritik Sumber, (3) Interpretasi, (4) Historiografi. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) pada awalnya orang Bajo di Desa Tanjung Pinang berasal dari Bone daerah Bajoe. Orang Bajo meninggalkan Bajoe didorong keinginan untuk mencari tempat yang lebih aman agar terhindar dari konflik. Etnis Bajo mulai hidup berkelana yang akhirnya sampai di Kampung Masara Bajo. Kedatangan mereka dengan cara menyusuri pantai melalui Selat Tiworo. Pada tahun 1967 masyarakat Bajo yang tinggal di Kampung Masara Bajo berpindah ke Desa Tanjung Pinang yang disebabkan oleh penyakit malaria; (2) Faktor penyebab masyarakat Bajo menetap di Desa Tanjung Pinang dilatarbelakangi oleh  faktor kenyamanan karena letak Desa Tanjung Pinang  strategis sehingga aman dan nyaman. Sedangkan faktor pencaharian karena dapat memperoleh hasil laut yang cukup menjanjikan sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Abstract 3 | PDF Downloads 0

References

A. Buku

Anwar, 2007. Menejemen Pemberdayaan Perempuan Nelayan Bajo. Bandung: Alfabeta.

Basri, La Ode Ali. 2018. Jejak Kemaritiman Orang Bajo Dalam Pusaran Gelombang Laut Menerobos Arus Globalisasi. Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Cabang Sosial. Kendari

Gerungan, W.A. 2002. Psikologi Sosial. Jakarta: PT Refrika Adhitama

Hadara, Ali. (2014). Etnografi Suku-Suku di Wakatobi. Surabaya: Penerbit Mapan.

Kazufumi, Nagatsu. Maritime Diaspora and Creolization: A Genealogy of the Sama-Bajau in Insular Southeast Asia.

Khaldun, Ibnu. 2017. Mukaddimah. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar.

Kuntowijoyo. 2003. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Kuntowijoyo. 2013. Pengantar Ilmu Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Kuntowijoyo, 2008. Penjelasan Sejarah. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Lapian, A. B. 1996 . Orang Laut, Bajak Laut, Raja Laut: Sejarah Kawasan Laut Sulawesi Abad XIX. Komunitas Bambu.

Soekanto Soerjono. 2006. Sosiologi suatu pengantar.Jakarta:Raja Gravindo.

Soekanto, Soerjono. 2017. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta: Balai pustaka

Soekanto Soerjono.1992. Sosiologi suatu pengantar.Jakarta:Raja Gravindo.

Suparlan, Parsudi . 2003. Keanekaragaman Suku Bangsa dan Budaya. Jakarta : Balai Pustaka

Suyuti, Nasrudin. 2011. Orang Bajo di tengah perubahan. Yogyakarta: Ombak.

Veeger. 1990. Realita sosial. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

B. Jurnal, Tesis

John W Bennet. 1967. Human Ecology as Human Behavior. New Brunsw ick, New Jersey: Transaction Publishers. Vol 1. No. 3.

Oberg, Kalervo. (1960). “Cultural Shock: Adjustment to New Cultural Environments” Practical Antrop[ology. Hal. 177-182

Zacot, F.-R., Muljon-Larue, F., & Pranoto, I.B. 2008. Orang Bajo Suku Pengembara Laut: Pengalaman Seorang Antropolog. KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)