TOPONIMI DESA-DESA DI KECAMATAN BAITO KABUPATEN KONAWE SELATAN (PENDEKATAN ETNOLINGUISTIK)

Authors

  • Suriani Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo
  • La Ino Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo
  • Ali Mustopa Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Halu Oleo

Keywords:

Toponimi, Desa, Kecamatan Baito

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang Toponimi Desa-Desa di Kecamatan Baito Kabupaten Konawe Selatan (Pendekatan Etnolinguistik) dengan permasalahan yang dibahas adalah bagaiaman toponimi desa-desa di Kecamatan baito Kabupaten konawe Selatan. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan toponimi desa-desa di Kecamatan Baito Kabupaten Konawe Selatan. Adapun metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif deskriptif adalah metode yang memulai tahap dengan penyajian data, tahap penganalisisan data, dan tahap penyajian hasil dari analisis data. Penelitian ini pula menggunakan jenis penelitian lapangan. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan atau masyarakat wilayah Kecamatan Baito dengan beberapa kriteria yang telah ditentukan. Adapun  data penelitian adalah data lisan yang diperoleh melalui  teknik wawancara, teknik catat dan teknik rekam melalui informan. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya penamaan setiap desa dengan menggunakan bahasa daerah Tolaki dan adapun yang tidak menggunakan bahasa daerah yaitu wilayah yang dihuni oleh masyarakat transmigrasi. Nama desa-desa di Kecamatan Baito kabupaten Koanwe Selatan dilatarbelakangi oleh dua aspek toponimi yaitu aspek perwujudan, terdiri atas Desa Matabubu yang termasuk dalam aspek perwujudan karena berlatarkan perairan, begitupun dengan Desa Sambahule (Latar Perairan), Ahuangguluri (Latar Perairan), Tolihe (Latar Tumbuhan/flora), Wonua Raya (Latar Rupa Bumi), dan aspek kemasyarakatan terdiri atas Desa Amasara yang termasuk dalam aspek kemasyarakatan karena penamaannya diambil dari latar kegiatan masyarakat yang menjunjung tinggi adat istiadat, Baito (Latar Bangunan), begitupun dengan Desa Mekar Jaya (Latar Harapan).

 Kata Kunci : Toponimi, Desa, Kecamatan Baito

References

Ahmadi. (2010). “Makna Nama-Nama di Desa Kebondalem Kecamatan Jambu (Kajian Etnolinguistik)”. Skripsi. Semarang. Universitas Negeri Semarang.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Konawe Selatan. (2020). Kecamatan Baito Kecamatan Baito dalam Angka Baito Subdistrict in Figures 2020. BPS Kabupaten Konawe Selatan. Konawe Selatan. https://www.google.com/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&ved=0CAQQw7AJahcKEwjApJ_N4Pb8AhUAAAAAHQAAAAAQAg&url=https%3A%2F%2Fkonselkab.bps.go.id%2Fpublication%2F2020%2F09%2F28%2F61660321c72f5c677f9ec31c%2Fkecamatan-baito-dalam-angka-2020.html&psig=AOvVaw0mHpRvJysxir-fvgwrIdf8&ust=1675424435709426

Badan Pusat Statistik Kabupaten Konawe Selatan. (2015). Kecamatan Baito Kecamatan Baito dalam Angka2015 (Baito Subdistrict in Figures 2015). BPS Kabupaten Konawe Selatan. Konawe Selatan. https://www.google.com/url?sa=i&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=&ved=0CAQQw7AJahcKEwj4-tCM4Pb8AhUAAAAAHQAAAAAQAw&url=https%3A%2F%2Fkonselkab.bps.go.id%2Fpublication%2F2015%2F11%2F20%2Feaeacaa798f5e22fbddb8727%2Fkecamatan-baito-dalam-angka-2015.html&psig=AOvVaw2yGCoOf9wvlOn4gzm5qOx3&ust=1675424315670603

Baehaqie, Imam. (2017). Etnolinguistik (Telaah Teoritis dan Praktis). Cakrawala Media. Surakarta.

Camalia, Mabbatul. (2015). “Toponimi Kabupaten Lamongan (Kajian Antropolinguistik)”. Jurnal: Parole Vol.5. No.1, April 2015.

Erikha, Fajar dkk. (2021). Pengembangan Sosio-Onamastika Di Indonesia : Tinjauan Kini dan Potensi Di Masa Depan. Jurnal Kelasa: Kelebat Bahasa dan Sastra. Doi: 10.26499/kelasa. v16i2.213, November 2021.

Faisal, Sanapiah. (1990). Peneletian Kualitatif (Dasar-Dasar dan Aplikasi). Malang.

Fatehah, Nur. (2010). “ Leksikon Perbatikan Pekalongan (Kajian Etnolinguistik)”. Jurnal: Adabiyyat, Vol.IX, No.2, Desember 2010.

Fauziyyah, Nurul Hanna. (2018). “Toponimi Desa-Desa di Kabupaten Gunung Kidul”. Jurnal. Universitas Gadjah Mada.

Hanafi, Abdul Halim. (2011). Metode Penelitian Bahasa Untuk Penelitian, Tesis dan Disertasi. Jakarta.

Hasna, Fadhillah. (2021). “Toponimi Desa di Kabupaten Bungu”. Skripsi. Jambi. Universitas Jambi.

Humaidi, Akhmad, dkk. (2021). “Bentuk Satuan Kebahasaan dan Makna Toponimi Nama Desa di Wilayah Kabupaten Tabalong”. Jurnal Bastaka (JBT), Vol. 4, No.1, Juni 2021.

KBBI. (2016-2023). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Online, diakses pada Tanggal 25 Januari 2023.

Muhidin, Rahmat. (2019). “Penamaan Selat di Kabupaten Karimun Kajian Toponimi dan Studi Etnolinguistik”. Jurnal: Kibas Cendrawasih, Vol. 16, No.2, Oktober 2019:108-119.

Mujiati. (2015). “Aspek-Aspek L ingual Pengungkap Pandangan Masyarakat Pancot dalam Ritual Bersih Desa Mandhasya: Kajian Etnolinguistik”. Skripsi. Surakrta. Universitas Sebelas Maret.

Mujib, Ahmad. (2009). “Hubungan Bahasa dan Kebudayaan (Perspektif Sosiolinguistik)”. Jurnal Adabiyyat, Vol. 8, No. 1, Juni 2009.

Mursidi, Agus dan Dahlia Soetopo. (2018). Toponimi Kecamatan Kabupaten Banyuwangi (Pendekatan Historis). Universitas PGRI Banyuwangi.

Nugrahani, Farida. (2014). Metode Penelitian Kualitatif dalam Penelitian Pendidikan Bahasa. Surakarta.

Peraturan Daerah Kabupaten Konawe Selatan. (2006). Pembentukan Kecamatan Lalembuu, Benua, Palangga Selatan, Moramo Utara, Buke, Wolasi, Basala, dan Kecamatan Ranomeeto di Kabupaten Koanwe Selatan. Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe Selatan. https://jdihn.go.id/files/307/1562886461199.pdf

Purba, Yuliantika. (2019). “Toponimi Desa-Desa di Kabupaten Humbang Hasundutan: Kajian Antropologi Linguistik”. Skripsi. Medan. Universitas Sumatera Utara.

Santosa, Marisa Puteri Ayu. (2019). “ Analisis Penamaan Kedai Kopi di Surabaya: Kajian Etnolinguistik”. Jurnal : KREDO: Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra. Nomor:23/E/KPT/2019. 08 Agustus 2019.

Satyawati, Made Sri. dkk. (2016). Peran Semantis Subjek dalam Klausa Bahasa Muna. Jurnal : Mozaik Humaniora vol.16(2) 2016.

Sugianto, Alip. (2017). Etnolinguistik Teori dan Praktik. Ponorogo : CV. Nata Karya.

Thoyib, Muhammad Edi. (2021). “ Toponimi Desa-Desa di Kecamatan Singosari Kabupaten Malang”. Jurnal: JALIE: Journal Of Applied Linguistik and Islamic Education. Volume 05, Nomor 01 Maret 2021.

Wikipedia. (2022). Baito Konawe Selatan. (https://id.wikipedia.org/wiki/Baito,_Konawe_Selatan). Diakses pada tanggal 01 Desember 2022 Pukul 19.10.

Wikipedia. (2022). Ka’bah. (https://id.wikipedia.org/wiki/Ka%27bah). Diakses pada tanggal 02 Februari 2023 Pukul 19.33.

Windadri, Indah Florentina. (2006). “Pemanfaatan Tumbuhan sebagai Bahan Obat oleh Masyarakat Lokal Suku Muna di Kecamatan Wakurumba, Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara”. Jurnal BIODIVERSITAS. Volume 7, Nomor 4 15 September 2006.

Yulia. (2016). Buku Ajar Hukum Adat. Unimal Press. Universitas Malikussaleh.

Additional Files

Published

2023-06-30

How to Cite

Suriani, Ino, L. ., & Mustopa, A. (2023). TOPONIMI DESA-DESA DI KECAMATAN BAITO KABUPATEN KONAWE SELATAN (PENDEKATAN ETNOLINGUISTIK). Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, Dan Budaya Indonesia, 6(1), 40–54. Retrieved from https://journal.fib.uho.ac.id/index.php/cakrawalalistra/article/view/2191

Issue

Section

Volume 6 Nomor 1, Juni 2023

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>