MAKNA UKIRAN BOLA-BOLA PETI MATI PADA MASYARAKAT TORAJA DI DESA TO’BANGA KABUPATEN TORAJA

Authors

  • Mariana Ruru Sirindeng Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo
  • Ahmat keke Jurusan Antropologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

DOI:

https://doi.org/10.33772/kabanti.v5i1.1110

Keywords:

Makna, Bola-boala, Masyarakat Toraja

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui makna dari ukiran bola-bola peti mati pada masyarakat Toraja di Desa To’banga Kabupaten Toraja Utara. Penelitian ini menggunakan Teori Interpretatif Simbolik (Cliford Geertz). Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian lapangan. Dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu : Pengamatan (observation) dan wawancara (interview). Untuk menjawab permasalahan dilakukan analisis data, teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kulaitatif. Analisis data dilakukan sejak pengumpulan data sampai akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Desa To’banga masih menggunakan bola-bola dalam proses upacara rambu solo’. Bola-bola dalam upacara rambu solo’ adalah salah satu hal yang penting karena penggunaan bola-bola  memperlihatkan strata sosial yang ada pada masyarakat Toraja di Desa To’banga Kabupaten Toraja Utara.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, Irwan. 2006. Konstruksi dan Reproduksi Kebudayaan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Geertz, Cliford. Tafsir Kebudayaan. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Koentjaraningrat. 1994. Metode-metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: Gramedia

Maleong, L.J. 1995. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung Remaja Rosdakarya.

Maryaeni .2005. Metode penelitian Kebudayaan. Jakarta: Bumi Aksara

Narkobu. C 1991. Metodologi Penelitian. Jakarta: Bina Aksara

Spradley. 1997. Metode Etnografi. Yogyakarta: Tiara Kencana

Sumber Lain:
Aswan. 2018. Ritual Katingka Dalam Perladangan Petani Etnik Muna Di Desa Bahutara Kecamatan Kontukowuna Kabupaten Muna. Universitas Haluoleo. Kendari.

Anandy, Ridho. 2016. Studi Tentang Bentuk Dan Penempatan Ukiran Rumah Adat Bubungan Lima Bumbungan. Univesitas Negeri Padang. Padang. Di akses pada tanggal 29 melalui www.
file:///C:/Users/U53R/Downloads/Documents/8157-16312-1-SM.pdf

Dorno, Jeksi. 2014. Bentuk Dan Makna Simbolik Ornamen Ukir Pada Interior Masjid Gedhe Yogyakarta.
Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta. Di akses pada tanggal 29 melalui www. file:///C:/Users/U53R/Downloads/Documents/Jeksi%20Dorno%2010207244022.pdf

Faot, Ananda. 2012. Suatu Tinjauan Sosio-teologis Terhadap Makna Corak Buaya Dalam Tenunan Dan Ukiran Budaya Timor di Niki-Niki Kecamatan Amanuban Tengah. Universitas Keristen Satya Wacana. Salatiga. Di akses pada tanggal 29 melalui www. file:///C:/Users/U53R/Downloads/Documents/T1_712008010_Judul.pdf

Hartanto, Susanti. 2017. Makna Seni Ukiran Gorga Pada Rumah Adat Batak. Universitas Padjajaran. Bandung. Di akses pada tanggal 29 melalui www. https://docplayer.info/36193311-Makna-seni-ukiran-gorga-pada-rumah-adat-batak.html

Iwan. 2012. Makna Simbolis Ukiran Pada Mandau (Senjata Tradisional) Kalimantan Barat. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta. Di akses pada tanggal 29 melalui www. file:///C:/Users/U53R/Downloads/Documents/1-08207249010.pdf

Isnan, Hanifah. 2016. Pelestarian Pengetahuan Seni Ukir Masyarakat Minangkabau. Universitas Diponegoro. Semarang. Skripsi (Jurnal) Home > Vol 5, No 1 (2016) >Isnan. Di akses pada tanggal 29 melalui www.
https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jip/article/view/15316

Jumiaty. 2013. Makna Simbolik Tradisi To Ma’badong Dalam Upacara Rambu Solo’ Di Kabupaten Tana Toraja. Universitas Hasanuddin. Makassar. Di akses pada tanggal 29 melalui www. http://repository.unhas.ac.id/handle/123456789/8331

Lebang, Yudha. 2015. Analisis Semiotika Simbol Kekuasaan Pada Rumah Adat Toraja (Tongkonan Layuk). Universitas Mulawarman. Manado. Skripsi (Jurnal) eJournal Ilmu Komunikasi, 2015,3(4),158-172 ISSN 0000-0000,

ejournal.ilkom.fisip-unmul.ac.id @Copyright 2015. Diakses pada tanggal 29 melalui www.
file:///C:/Users/U53R/Downloads/Documents/JURNAL%20YUDHA%20(11-16-15-11-58-34).pdf.
Hidayah, Nurul. 2018. Tradisi Pemakaman Rambu Solo’ Di Tana Toraja Dalam Novel Puya Ke Puya Karya Faisal
Oddang. Universitas Negeri Surabaya. Surabaya.

Ningrum, widya. 2015. Bentuk Dan Makna Satuan Lingual Nama-Nama Motif Seni ukir Jepara. Universitas Negeri semarang. Semarang.Diaksespada tanggal 29 melalui www.
file:///C:/Users/U53R/Downloads/Documents/2601411089-S_2.pdf

Salam, Sofyan. 2012. Makna Simbolik Motif-Hias Ukir Toraja. Universitas Negeri Makassar. Makassar. Diakses pada tanggal 29 melalui www. file:///C:/Users/U53R/Downloads/Documents/Artikel%20Jurnal-Panggung_3.pdf

Rima, Grace. 2019. Persepsi Masyarkat Toraja Pada upacara Adat Rambu Solo’ Dan Implikasinya Terhadap Kekerabatan Masyarakat Di Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja. Universitas Negeri Makassar. Makassar

Additional Files

Published

2021-06-17

Issue

Section

Volume 5 Nomor 1, Januari - Juni 2021

How to Cite

MAKNA UKIRAN BOLA-BOLA PETI MATI PADA MASYARAKAT TORAJA DI DESA TO’BANGA KABUPATEN TORAJA. (2021). KABANTI : Jurnal Kerabat Antropologi, 5(1), 88 - 94. https://doi.org/10.33772/kabanti.v5i1.1110

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

1-10 of 94

You may also start an advanced similarity search for this article.